Minggu, 20 Juli 2008

Kartu Pos Bergambar Kuno Sarat Nilai Sejarah

KARTU pos bergambar kuno dari masa sebelum Indonesia merdeka bukan hanya menarik untuk dilihat dan dijadikan benda koleksi. Kartu pos bergambar semacam itu juga bernilai sejarah tinggi. Banyak sejarawan, arsitek, dan peneliti yang memanfaatkan kartu pos itu untuk menelusuri kembali sejarah suatu tempat.

Buku-buku dengan ilustrasi dari kartu pos bergambar kuno juga telah cukup banyak diterbitkan. Baik sebagai ilustrasi dalam buku sejarah, panduan wisata, maupun beragam jenis buku bacaan lainnya.

Tak heran, bila dari waktu ke waktu, minat orang untuk mengoleksi kartu-kartu pos bergambar kuno itu semakin bertambah. Khusus untuk kartu-kartu pos bergambar kuno Indonesia dari masa sebelum proklamasi kemerdekaan RI, peminat terbesar adalah para kolektor di Belanda dan di Indonesia sendiri. Di luar itu, cukup banyak pula kolektor kartu pos semacam itu di Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura.

Namun, seiring dengan bertambahnya minat orang mengoleksi kartu-kartu pos bergambar kuno itu, semakin banyak pula dilakukan reproduksi terhadap kartu-kartu pos itu. Ada memang yang dengan sengaja melakukan reproduksi, namun tidak dalam bentuk kartu pos. Gambar dari kartu pos itu dipindahkan ke media lain, seperti kaus/t-shirt, kalender, cangkir, sampai piring keramik.

Ada juga yang mereproduksi kartu pos bergambar kuno itu, dan dijadikan kartu ucapan. Baik sekadar ucapan terima kasih (thank you card), sampai kartu ucapan selamat hari raya. Lainnya, mereproduksi kartu pos bergambar kuno itu, untuk dijual kembali sebagai kenang-kenangan (souvenir) dan sengaja dituliskan bahwa kartu pos itu adalah reproduksi dari kartu pos asli.

Di luar itu, ada yang mereproduksi kartu pos bergambar kuno itu tanpa keterangan apa pun. Semakin majunya teknologi foto digital dan percetakan dengan komputer, menyebabkan kartu reproduksi dapat dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Apalagi bila pencetakannya menggunakan kertas yang mirip atau bahkan sejenis dengan kertas yang digunakan untuk mencetak kartu pos bergambar itu puluhan atau ratusan tahun silam.

Hal tersebut tentu saja harus diwaspadai, terlebih bagi kolektor pemula yang belum begitu memahami seluk-beluk mengoleksi kartu pos bergambar kuno. Bahkan kolektor yang telah cukup lama mengumpulkan kartu pos bergambar kuno juga lebih banyak yang berhati-hati.

Tak heran bila para kolektor lebih senang mengumpulkan kartu pos bergambar kuno yang benar-benar telah dikirim melalui kantor pos pada masa yang bersamaan dengan masa terbitnya kartu pos itu. Bukti sebuah kartu pos telah dikirim melalui kantor pos dapat dilihat di bagian alamat yang telah tertempel prangko dan dibubuhi cap (stempel) pos dari kantor pos tempat kartu pos itu dikirim.

Peringkat Koleksi

Berdasarkan pengalaman banyak kolektor, mereka mengenal peringkat untuk kartu pos bergambar kuno yang layak dikoleksi. Peringkat pertama adalah kartu pos yang benar-benar dikirim melalui kantor pos dengan cap pos pada prangko, berasal dari kota yang sama dengan daerah yang gambarnya terpampang pada kartu pos itu. Dilengkapi pula cap pos dari kantor pos alamat yang dituju, dan kadang-kadang ada pula cap pos dari kantor pos penghubung, yang menghubungkan antara kantor pos pengirim dan kantor pos penerima. Misalnya, kartu pos yang dikirim dengan cap pos Tagal (Tegal) melalui kantor pos Batavia, lalu dikirim ke Belanda, dengan cap pos penerima di Amsterdam.

Peringkat kedua, mirip dengan peringkat pertama, tetapi tidak ada cap pos dari kantor pos alamat tujuan. Misalnya, kartu pos yang dikirim dari Batavia (nama Jakarta tempo dulu) ke Bandung, tetapi hanya ada cap pos Batavia saja. Peringkat ketiga, kartu pos yang benar-benar dikirim melalui pos, tetapi cap pos yang dibubuhkan bukan berasal dari kantor pos yang gambarnya tercetak pada kartu pos itu misalnya, kartu pos kuno bergambar suatu daerah di Surabaya, tetapi cap pos pengirim dari Batavia.

Peringkat keempat, kartu pos yang benar-benar dikirim melalui pos, tetapi prangkonya sudah dilepaskan dari kartu pos itu. Peringkat kelima barulah kartu pos bergambar yang kondisinya masih belum terpakai (mint). Sebagian kolektor menganggap kartu pos mint lebih baik daripada kartu pos yang benar-benar dikirim namun telah dilepaskan prangkonya. Alasannya, kartu pos yang prangkonya sudah dilepaskan berarti dianggap sudah rusak dan cacat.

Namun, pilihan untuk mengoleksi kartu pos bergambar terserah masing-masing kolektor. Apa pun yang dipilihnya, usahakanlah mengoleksi kartu pos atau benda koleksi lainnya dengan perasaan senang. Hanya hobi yang dijalankan dengan senang hati yang akan memberikan manfaat positif bagi orang yang mempunyai hobi itu. Paling tidak sebagai penghilang stres dan kejenuhan.

0 KOMENTAR:

sebelum meninggalkan postingan ini, ada baiknya silakan tinggalkan jejak... silakan berikan komentar... terimakasih....